Subscribe For Free Updates!

We'll not spam mate! We promise.

Monday, May 9, 2016

Cara Install Xampp Di PC Atau Laptop

cara install xampp, cara install xampp di windows
Bagi Anda yang ingin membuat website namun belum memiliki domain dan hosting sendiri, jangan berkecil hati dulu. Karena masih ada alternatif cara lain.
Apa itu?
Ya, kita bisa tetap membuat website di PC komputer / laptop, dengan menjadikan PC kita seolah-olah seperti server hosting.
Langkah ini juga sering digunakan bagi oleh para web developer yang sudah mahir sekalipun, untuk membuat website di komputer kerja mereka, sebelum mereka mengupload hasil kerjanya ke server hosting.
Bagaimana caranya?
Caranya adalah dengan menginstal aplikasi server localhost di PC kita.
Salah satu aplikasi server localhost serta yang paling banyak digunakan dan cukup familiar di kalangan web developer saat ini adalah XAMPP.
Aplikasi XAMPP ini dibuat oleh Apache Friends dan installer-nya bisa langsung diunduh dari situs mereka. Isi aplikasinya juga sudah sangat komplit, antara lain:
  • Apache
  • MySQL
  • PHP
  • phpMyAdmin
  • FileZilla FTP Server
  • Tomcat
  • XAMPP Control Panel
Berhubung saya pakainya Windows, maka panduan ini juga diperuntukkan bagi pengguna PC Windows ya. Namun kurang lebih untuk sistem operasi lain, caranya hampir sama lah.
Oke, let’s go…

Cara Instal XAMPP Di Windows

  1. Download aplikasi XAMPP terbaru, klik disini.
  2. Dobel klik file XAMPP yang baru saja Anda download, nanti selanjutnya akan muncul jendela “installer language” seperti di bawah ini:
    instal xampp, xampp localhost
  3. Selanjutnya pilih bahasa. Pilih yang Bahasa Inggris (English). Klik OK.
  4. Kadang pada proses ini muncul pesan error. Jika ada, abaikan saja dan lanjutkan dengan klik OK dan YES.
    2-instal-xampp
    3-instal-xamp
  5. Berikutnya akan muncul jendela yang isinya meminta Anda menutup semua aplikasi yang sedang berjalan. Jika semua aplikasi sudah ditutup, maka klik tombol Next.
    4-instal-xampp
  6. Selanjutnya Anda akan diminta untuk memilih aplikasi yang mau diinstal. Centang saja semua pilihan dan klik tombol Next.
    5-instal-xampp
  7. Kemudian Anda akan diminta untuk menentukan lokasi folder penyimpanan file-file dan folder XAMPP. Secara default akan diarahkan ke lokasic:\xampp. Namun jika Anda ingin menyimpannya di folder lain bisa klik browsedan tentukan secara manual folder yang ingin digunakan. Jika sudah selesai, lanjutkan dan klik tombol Install.
    6-instal-xampp
  8. Tunggu beberapa menit hingga proses intalasi selesai. Jika sudah muncul jendela seperti di bawah ini, klik tombol Finish untuk menyelesaikannya.
    7-instal-xampp
  9. Berikutnya, akan muncul jendela dialog seperti gambar di bawah ini yang menanyakan Anda apakah mau langsung menjalankan aplikasi XAMPP atau tidak. Jika ya, maka klik YES.
    8-instal-xampp

Cara Menjalankan Aplikasi XAMPP

  1. Bukalah aplikasi XAMPP, bisa melalui Start Menu atau Desktop, dan klik icon XAMPP. Atau, jika Anda membukanya begitu proses instalasi selesai maka klik Yes seperti yang terlihat pada gambar di atas.
  2. Setelah terbuka, silahkan klik tombol Start pada kolom Action sehingga tombol tersebut berubah menjadi Stop. Dengan mengklik tombol tersebut, artinya itulah aplikasi yang dijalankan. Biasanya jika saya menggunakan XAMPP, yang saya start hanyalah aplikasi Apache dan MySQL, karena saya tidak memerlukan aplikasi seperti Filezilla, dan lain-lain.
    9-instal-xampp
    10-instal-xampp
  3. Sekarang bukalah browser kesukaan Anda, dan coba ketikkanhttp://localhost/xampp di address bar. Jika muncul tampilan seperti gambar di bawah ini, instalasi telah berhasil.
    11-instal-xampp
Selamat, akhirnya Anda berhasil menginstal aplikasi XAMPP. Sekarang komputer Anda sudah berfungsi seperti server dan bisa menjalankan aplikasi-aplikasi berbasis web.

Macam Macam Karakteristik Sistem Memori

Sistem memori adalah komponen-komponen elektronik yang perintah - perintah yang menunggu untuk di eksekusi oleh prosesor, data yang diperlukan oleh instruksi ( perintah ) tersebut dan hasil-hasil dari data yang diproses ( informasi ).

Ada 7 karakteristik sistem memori secara umum:
1. Lokasi
2. Kapasitas
3. Satuan Transfer
4. Metode Akses
5. Kinerja
6. Tipe Fisik
7. Karakter Fisik
Berikut adalah penjelasannya:

Lokasi
Ada 3 lokasi keberadaan memori dalam sistem komputer:
- "CPU" , memori ini built-in berada dalam CPU ( Mikroprosesor )dan diperlukan untuk semua kegiatan CPU, memori ini disebut register. Register digunakan sebagai memori sementara dalam perhitungan maupun pengolahan data dalam prosesor

- "Internal" , memori ini berada di luar chip processor tetapi bersifat internal terhadap sistem komputer dan diperlukan oleh CPU untuk proses eksekusi (operasi) program, hingga dapat diakses secara langsung oleh prosesor (CPU) tanpa modul perantara. Memori internal sering juga disebut sebagai memori primer atau memori utama. Memori internal biasanya menggunakan media RAM.

- "External" , Memori ini bersifat eksternal terhadap sistem komputer dan tentu saja berada di luar CPU dan diperlukan untuk menyimpan data atau instruksi secara permanen. Memori ini, tidak diperlukan di dalam proses eksekusi sehingga tidak dapat diakses secara langsung oleh prosesor (CPU). Untuk akses memori eksternal ini oleh CPU harus melalui pengontrol/modul I/O. Memori eksternal sering juga disebut sebagai memori sekunder. Memori ini terdiri atas perangkat storage peripheral seperti : disk, pita magnetik, dll.

Kapasitas

- Ukuran word
Kapasitas memori internal maupun eksternal biasanya dinyatakan dalam bentuk byte (1 byte = 8 bit) atau word.
- Jumlah word
Panjang word umumnya 8, 16, 32 bit.

Satuan Transfer

- Word , merupakan satuan “alami” organisasi memori. Ukuran word biasanya sama dengan jumlah bit yang digunakan untuk representasi bilangan dan panjang instruksi.
- Block , adalah jumlah bit yang dibaca atau dituliskan ke dalam memori pada suatu saat. Pada memori eksternal, tranfer data biasanya lebih besar dari suatu word,

Metode Akses



Terdapat 4 jenis pengaksesan satuan data, yaitu:
- Sequential access
Memori diorganisasikan menjadi unit-unit data, yang disebut record. Aksesnya dibuat dalam bentuk urutan linier yang spesifik. Informasi pengalamatan dipakai untuk memisahkan record-record dan untuk membantu proses pencarian. Mekanisme baca/tulis digunakan secara bersama (shared read/write mechanism), dengan cara berjalan menuju lokasi yang diinginkan untuk mengeluarkan record. Waktu access record sangat bervariasi.
Contoh sequential access adalah akses pada pita magnetik.

- Direct access

Seperti sequential access, direct access juga menggunaka shared read/write mechanism, tetapi setiap blok dan record memiliki alamat yang unik berdasarkan lokasi fisik. Aksesnya dilakukan secara langsung terhadap kisaran umum (general vicinity) untuk mencapai lokasi akhir. Waktu aksesnya pun bervariasi. Contoh direct access adalah akses pada disk.

- Random access

Setiap lokasi dapat dipilih secara random dan diakses serta dialamati secara langsung. Waktu untuk mengakses lokasi tertentu tidak tergantung pada urutan akses sebelumnya dan bersifat konstan. Contoh random access adalah sistem memori utama.

- Associative access


Setiap word dapat dicari berdasarkan pada isinya dan bukan berdasarkan alamatnya. Seperti pada RAM, setiap lokasi memiliki mekanisme pengalamatannya sendiri. Waktu pencariannya pun tidak bergantung secara konstan terhadap lokasi atau pola access sebelumnya. Contoh associative access adalah memori cache.

Kinerja
Ada 3 buah parameter untuk kinerja sistem memori, yaitu :
- Access time (Waktu Akses)
Bagi RAM, waktu akses adalah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan operasi baca atau tulis. Sedangkan bagi non RAM, waktu akses adalah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan mekanisme baca tulis pada lokasi tertentu

- Cycle time (Waktu Siklus)
Waktu siklus adalah waktu akses ditambah dengan waktu transien hingga sinyal hilang dari saluran sinyal atau untuk menghasilkan kembali data bila data ini dibaca secara destruktif.

- Transfer rate (Laju Pemindahan)
Transfer rate adalah kecepatan pemindahan data ke unit memori atau ditransfer dari unit memori. Bagi RAM, transfer rate sama dengan 1/(waktu siklus).
Sedangkan bagi non-RAM berlaku persamaan sebagai berikut :

TN = Waktu rata-rata untuk membaca / menulis sejumlah N bit.
TA = Waktu akses rata-rata
N = Jumlah bit
R = Kecepatan transfer, dalam bit per detik (bps)

Tipe Fisik

- Semikonduktor

Memori ini memakai teknologi LSI atau VLSI (very large scale integration). Memori ini banyak digunakan untuk memori internal misalnya RAM.

- Magnetik

Memori ini banyak digunakan untuk memori eksternal yaitu untuk disk atau pita magnetik.

Karakter Fisik
- Volatile dan Non-volatile
Pada memori volatile, informasi akan rusak secara alami atau hilang bila daya listriknya dimatikan. Selain itu, pada memori non-volatile, sekali informasi direkam akan tetap berada di sana tanpa mengalami kerusakan sebelum dilakukan perubahan. Pada memori ini daya listrik tidak diperlukan untuk mempertahankan informasi tersebut. Memori permukaan magnetik adalah non volatile. Memori semikonduktor dapat berupa volatile atau non volatile.

- Erasable dan Non-erasable
Erasable artinya isi memori dapat dihapus dan diganti dengan informasi lain. Memori semikonduktor yang tidak terhapuskan dan non volatile adalah ROM.


Sumber : http://zonanyasyamsul.blogspot.co.id/2014/10/karakteristik-sistem-memori.html

Friday, April 8, 2016

Macam Macam Struktur Direktori GNU / Linux

Struktur directory linux – direktori linux merupakan sekumpulan beberapa direktori yang berisikan beberapa file yang masing-masing mempunyai fungsi tersendiri. Struktur direktori pada linux merupakan hal yang cukup penting jika kita ingin belajar tentang linux, supaya kita lebih mudah memahami saat kita menocoba troubleshoot, konfigurasi, mencari dokumen atau membuat sebuah command atau perintah  
Dan di bawah ini adalah beberapa struktur direktori linux secara umum.struktur direktori linux

Struktur direktori linux

/
  • Root : Direktori home untuk user root
  • Home : Berisi direktori home untuk user
    • ftp : Termasuk banyak daftar service
    • http
    • user 1
    • user 2
    • user n
    • samba
  • Bin : Berisi perintah yang dibutuhkan saat bootup, yang mungkin di butuhkan oleh user biasa
  • Sbin : Seperti Bin tapi perintah tidak dimaksudkan untuk pengguna biasa. Perintah dijalankan oleh LINUX.
  • Proc : Filesystem ini tidak terletak pada disk, akan tetapi terletak di kernel virtual. Direktori ini menyimpan informasi parameter kernel dan konfigurasi system.
    • 1 : Direktori yang berisi informasi tentang proses nomor 1, setiap proses memiliki direktori di bawah Proc
  • Usr : Berisi semua perintah, libraries, halaman manual, game, static untuk pengoperasian normal.
    • Bin : Hampir berisi perintah semua pengguna, beberapa perintah antara lain terdapat di in /bin or /usr/local/bin
    • Sbin : Berisi perintah system admin yang tidak diperlukan di filesystem root, misalnya sebagian besar server program.
    • Include : Header file untuk Bahasa pemrograman C, seharusnya berada di bawah /usr/lib untuk konsitensi
    • Lib : File data yang tidak berubah untuk program dan subsystem.
    • Local : Tempat untuk perangkat lunak yang diinstal secara lokal dan file lainnya
    • Man : Manual page
    • Info : Informasi dokumen
    • Doc : Dokumentasi untuk variasi paket
    • Tmp
    • X11R6 : Berisi filesystem X Windows, ada sebuah direktori di bawah mirip dengan usr
    • X386 : Seperti X11R6 akan tetapi untuk X11 rilis 5
  • Boot : File yang digunakan untuk bootstrap loader, LILO. Image kernel biasanya disimpan disini.
  • Lib : Shared library yang dibutuhkan oleh program pada filesystem root
    • Modules : Modul kernel loadable, terutama yang dibutuhkan untuk boot sistem setelah terjadi crash.
  • Dev : Perangkat file untuk perangkat seperti disk drive, port serial, dan lain-lain
  • Etc : Konfigurasi file khusus untuk mesin.
    • Skel : Ketika direktori home di buat itu berinisialisasi dengan file dari direktori ini.
    • Sysconfig : File yang mengkonfigurasi sistem linux untuk jaringan, keyboard, waktu, dan banyak lagi.
  • Var
    • File
    • Lib : File yang berubah saat sistem berjalan normal
    • Local : Data variabel untuk program yang diinstal di / usr / local
    • Lock : Lock file yang digunakan untuk menunjukan berkas atau perangkat tertentu.
    • Log : Log file yang berisi program-program seperti logindan syslog, log dari semua login dan logout dan pesan system lainya.
    • Run : File yang berisi tentang system yang valid sampai system melakukan boot selanjutnya/
    • Spool : File yang berisi mail, printer spools, berita dan informasi spool lainya.
    • Tmp : File yang bersifat sementara atau lebih lama dari seharus berada di /tmp
    • Catman : Cache untuk manual page yang di format untuk memuat permintaan page.
  • Mnt : Mount point untuk temporary oleh system administrator
  • Tmp : File sementara untuk program yang berjalan yang seharusnnya menggunakan /var/tmp
Struktur direktori mungkin saja akan lebih banyak dari yang di jelaskan, namun secara umum diatas adalah direktori utama dalam struktur direktori linux. Jika menurut kalian ada kekurangan atau kesalahan dalam artikel diatas mohon untuk tidak sungkan menuliskannya di komentar.

Dan terima kasih telah berkunjung, semoga bermafaat.

Jenis Partisi Pada GNU / Linux



Definisi Partisi

Partisi dalam sistem berkas dan pengelolaan sarana penyimpanan adalah sebuah bagian dari ngingatan atau sarana penyimpanan yang terpisah secara logis yang berfungsi seolah-olah bagian tersebut terpisah secara wujud. Sarana penyimpanan yang dapat dipetak adalah ngingatan (baik itu ngingatan wujud ataupun ngingatan maya oleh pengelola ngingatan sistem operasi).

Partisi adalah bagian-bagian Ruangan Terpisah dalam media penyimpanan sebuah Harddisk. Penyekatan, pemisahan, pembagian. Pembagian harddisk menjadi beberapa bagian yang digunakan untuk mempermudah manajemen file. Tujuan penggunaan partisi di dalam table agar mempercepat respon query database dan mempermudah manajemen aktivitas yang berhubungan dengan backup dan pemeliharaan index.

Tiga Jenis Partisi 

  1. Partisi Primary merupakan jenis partisi utama diharddisk untuk system operasi umumnya. Partisi primary hanya bisa dibuat maksimal 4 partisi, hal ini sangat berbeda dengan sistem DOS yang hanya mengijinkan satu jenis partisi primary untuk system. Jenis partisi ini menempati nomor partisi 1, 2, 3 dan 4. Misalnya harddisk sda bisa dibuat sda1, sda2, sda3 dan sda4.
  2. Partisi Extended Partisi Extended berfungsi untuk mengatasi keterbatasan pembagian partisi. Partisi Extended tidak menangani pengolahan data secara langsung. Untuk dapat menggunakannya, kita harus menciptakan Partisi Logical terlebih dahulu.
  3. Partisi Logical Partisi yang akan selalu dibuat didalam partisi extended. Nomor partisi akan selalu dimulai  5 dan seterusnya. Jika ada 3 jenis partisi logical maka masing-masing akan menempati sda5, sda6, dan sda7.

Jenis-Jenis Partisi Pada GNU/Linux dan fungsinya
  1. Partisi Root (/) Partisi root (dilambangkan dengan / – bedakan dengan /root), Partisi root ( / ) digunakan untuk menginstall sistem Linux, hampir sama dengan sistem windows yang biasanya ditaruh di drive C.
  2. Partisi /swap Partisi swap digunakan sebagai tambahan memori ketika RAM tidak mencukupi ketika sistem menjalankan suatu program. Besarnya partisi Swap biasanya 2x ukuran RAM. tapi di sini saya memakai 2GB Ram dan untuk swapnya saya kasih 1GB.
  3. Partisi /home Partisi home digunakan sebagai untuk tempat penyimpanan data dari pengguna contoh : dokumen tugas, musik, video dll. 
  4. Partisi /boot Partisi boot digunakan untuk menyimpan file boot loader dan semua images dari kernel. Besar partisi untuk boot biasanya mempunyai nilai minimum 100MB.
  5. Partisi /usr Partisi usr berisi paket program, dokumentasi, konfigurasi, aplikasi, library dan source aplikasi linux.
  6. Partisi /opt Partisi opt biasanya berisi aplikasi yang dapat diakses oleh semua user.
  7. Partisi /tmp Partisi tmp singkatan dari temporer adalah direktori yang disediakan ketika dibutuhkan ruang sementara dalam melakukan pekerjaan, contoh ketika melakukan proses burn cd maka image (file iso) secara default dimasukkan ke direktori ini sebelum di burn ke cd.
  8. Partisi /var Partisi var digunakan untuk menyimpan log file system, yaitu menyimpan semua perubahan yang terjadi pada sistem saat sistem berjalan normal.
  9. Partisi /bin Partisi bin berisi program yang berisi perintah-perintah yang digunakan oleh user biasa.
  10. Partisi /etc Partisi etc secara umum merupakan direktori tempat file konfigurasi berbagai macam service dan program yang terinstall di dalam sistem.

Okeh tulisan singkat di atas merupakan pengertian dari partisi dan jenis partisi yang terdapat pada Linux setidaknya sekarang kita sudah mengerti beberapa fungsi partisi pada Linux. Sekian artikel dari saya mengenai Jenis Partisi Pada GNU/Linux semoga bermanfaat dan jangan lupa kunjungi blog ini lagi ya.

Kode Kode Beep Pada Bios

 
Pesan/peringatan kesalahan POST (power On Self-Test
Kode beep dari POST BIOS
KODE BEEP AWARD BIOS
NO
Gejala
Diagnosa pesan/peringatan kesalahan
1.
1 beep pendek
Computer dalam keadaan baik
2.
1 beep panjang
kerusakan di memory
3.
1 beep panjang 2 beep pendek
Kerusakan di DRAM parity
4 .
1 beep panjang 3 beep pendek
Kerusakan di bagian VGA
5.
Beep terus menerus
Kerusakan di modul memory atau memory vidio
KODE BEEP AMI BIOS
NO
Gejala
Diagnose pesan/peringatan kesalahan
1.
1 beep pendek
DRAM gagal merefresh
2.
2 beep pendek
Sirkuit gagal mengecek keseimbangan DRAM parity (system memory)
3.
3 beep pendek
BIOS gagal mengakses memory 64 kb pertama
4.
4 beep pendek
Timer pada system gagal bekerja
5.
5 beep pendek
Motherboard tidak dapat menjalankan prosesor
6.
6 beep pendek
Controller pada keyboard tidak dapat berjalan dengan baik
7.
7 beep pendek
Video mode error
8.
8 beep pendek
Tes memory VGA gagal
9.
9 beep pendek
Checksum error ROM BIOS bermasalah
10.
10 beep pendek
CMOS shutdown read/write mengalami error
11.
11 beep pendek
Ceche memory error
12.
1 beep panjang 3 beep pendek
Conventional/Extended memory rusak
13.
1 beep panjang 8 beep pendek
Tes tampilan gambar gagal
KODE BEEP IBM BIOS
NO
Gejala
Diagnose pesan/peringatan kesalahan
1.
Tidak ada beep
Catu daya rusak, card menitor/RAM tidak terpasang
2.
1 beep pendek
Normal POST dan computer dalam keadaan baik
3.
Beep terus menerus
Catu daya rusak, card menitor/RAM tidak terpasang, prosesor bermasalah
4.
Beep pendek berulang-ulang
Catu daya rusak, card menitor/RAM tidak terpasang
5.
1 beep panjang 1 beep pendek
Masalah pada motherboard
6.
1 beep panjang 2 beep pendek
Masalah bagian VGA (mo no)
7.
1 beep panjang 3 beep pendek
Masalah bagian VGA (EGA)
8.
3 beep panjang
Keyboard error
9.
1 beep, blank monitor
VGA card sirkuit bersalah